FoR AuGhT One KnoWs…

CINTA ITU TIDAK BUTA, TAPI MENERIMA

Posted by: youre on: Januari 3, 2009

“When two people love each other, nothing is more imperative and delightful than giving”

Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat

Miskonsepsi pertama yang harus ditentang adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.

Cinta membutuhkan proses

Kita juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama.”Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang

tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas yang utuh.

Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi

Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri.Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau Melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.


Cinta itu konstruktif

Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

Cinta tidak melenyapkan semua masalah

Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang- berarti tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

Cinta cenderung konstan

Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik

Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak factor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik

hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.


Cinta tidak buta, tapi menerima

Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki

Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan

Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

Cinta berani melakukan hal menyakitkan

Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh- sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.

7 Tanggapan ke "CINTA ITU TIDAK BUTA, TAPI MENERIMA"

“Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat.”
Komentarku :
Bener tuh. Kalo menurutku, cinta adalah tingkatan perasaan tertinggi yang memancarkan frekuensi paling besar. Otomatis, The power of love (lagunya Celine Dion) tuh sangat besar.
Akal sehat adalah alat untuk mengarahkan kekuatan cinta yang sangat besar tadi. Kalo nafsu yang ngendalikan, cinta akan bersifat destruktif. Cinta memang butuh proses. Tapi proses tersebut bisa berlangsung demikian cepatnya, sampai kita tidak merasakannya (contoh kekuatan cinta)

“Cinta itu Konstruktif”
Komentarku :
Well, salah satu caranya adalah dengan menerapkan habit nomor 1 dari 7 habitsnya Sean Covey. Jadilah proaktif. Kita yang mengendalikan cinta, bukan cinta yang mengendalikan kita.

“Cinta tidak melenyapkan semua masalah”
Komentarku :
Ya iyalah. Wong justru nambah masalah…
But….
“life’s boring without challenges.
That’s why we live, to overcome it”
(little lover)

“Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik”
Komentarku :
Tapi yang jelas, cinta bertumpu pada daya tarik.
Apakah sumber daya tarik itu?
Aku sendiri belum mengetahuinya.
Jika sebuah benda berbeda muatan didekati, maka ia akan saling tarik-menarik.
Apakah hukum cinta juga berlaku demikian?

“Cinta tidak buta tapi menerima”
Komentarku :
Kalo cinta buta… Kacau jadinya…

“Cinta berani melakukan hal yang menyakitkan”
Komentarku :
Masa si???Oh iya bener juga. Tapi sesungguhnya yang dilakukan itu adalah membawa manfaat dan kebaikan. Jadi itu bukanlah suatu yang menyakitkan karena rasa sakit dikalahkan rasa bahagia.

Kenalkan, namaku little lover (pecinta cilik)
Aku dulu “Dokter Cinta”. Tapi sekarang udah ga.
Saat aku menjadi Dokter Cinta, aku merasa mengetahui banyak tentang cinta. Namun, disaat aku berhenti dari Dokter Cinta, aku sadar bahwa dulu, aku tak tahu apa-apa tentang cinta.

Aku punya pertanyaan yang aku sampai sekarang aku selalu mencari jawabannya :
Mengapa sang Khalik memberikan rasa cinta pada makhlukNya?? rasa yang memiliki kekuatan yang besar…

Semoga jawabannya segera datang…
Agar saat kita bertemu denganNya, sang Pemilik Cinta yang Rahman dan Rahim, kita bisa mempertanggung jawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Apakah kita telah mencapai tingkatan cinta sejati, yaitu cinta kepada-Nya..

Wah, gagal jadi pertamax..
Ntar login untuk semester berikutnya, tema-nya tentang cinta aja dah. N pembicaranya Youre ajah, biar ga perlu repot nyari n ga perlu beli supenir..

wew enaknya kalo gag dikasih souvenir……….

boleh juga…..

tapi asalkan souvenirnya yang bagus.. :P

Saya setuju jatuh cinta melalui proses. Seperti pepatah orang Jawa “witing tresno jalaran soko kulino” meski saya sendiri adalah suku Banjar (menghuni wilayah pulau Kalimantan).
Namun kebanyakan orang jatuh cinta karena melihat fisik. Makanya orang dikatakan ; cantik, seksi, tampan, gagah, dsbnya yang konotasinya kepada raga manusia. Jika kita dapat pasangan yang B3 (Beauty, Brain, Behaviour) plus inner beauty, alangkah untungnya. Tapi memang manusia tiada sempurna. Jadi kita perlu memiliki suatu sikap bersyukur terhadap apa2 yang kita terima dari Tuhan sebagai anugerah terbaik dan terindah.
Salam kenal, please visit us to http://koranindependen.wordpress.com

Tulisan yang menarik. Terima kasih sudah berbagi informasi. Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang Cinta, silakan baca artikel Butir-Butir Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.

Lex dePraxis
Romantic Renaissance

to koranindependen n lex de praxis

salam kenal juga… :-D

Assalamualaikum. Wah, ga sengaja nemu blognya YouRe :) Ngomong-ngomong tentang cinta..
Mencintai dan dicintai itu fitrah manusia.. (Ngambil dari lagu The Fikr- Cinta , kalo mau download aja disini http://www.4shared.com/file/81543600/971d765b/CINTA.html )

Cinta itu sesuatu yang harus kita atur.. jadi butuh manajemen cinta. Jangan mau jadi budak cinta..

Tinggalkan Balasan


  • Tidak ada
  • arfah: Syukron katsiran..Insya Allah sbg pelajaran dalam memilih istri kelak bwt diriku..^_^
  • ucup umar: Ini lirik buatanmu yus? Lucu juga liriknya. Kalo emang ga jodoh ya udah, ga usah dipaksain. Hehe.
  • youre: iya..... dulu sempat suka sih.... tapi sekarang dah bosen... hehehehehe.... :D :D

 

Januari 2009
S S R K J S M
« Okt   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Halaman

Tulisan Teratas

  • Tidak ada