Posted by: youre on: Januari 22, 2009
Melati tak pernah dusta dengan yang ditampilkannya
Tak memiliki warna di balik putih warnanya
Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya
pada angin ia mengharap, sepoinya membawa debu-debu yang menghinggapinya
pada hujan ia menangis, karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya
pada tangkai ia bersandar, untuk tetap meneguhkan kedudukannya
pada dedaunan ia berkaca, agar ia tetap sadar sebagai melati harus tetap putih warnanya
pada bunga lain ia bersahabat, tak pernah iri untuk menjadi mawar, anggrek, atau dahlia
pada matahari ia memohon, agar hangatnya membaluri tubuhnya
pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi dan menyejukkan setiap jiwa
pada unggas ia berteriak, mencari selamat dari cakar yang merusak keindahannya
pada Sang Pemilik Alam ia meminta, jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai melati, seputih melati
Januari 30, 2009 pada 5:29 am
Wow…mantapz,mantapz
ndak bisa saya ngerangkai kata2 secanggih itu
*nyasar neh,numpang baca yak..